Senin, 11 Maret 2013

sejarah samurai jepang

sejarah samurai jepang


Asal Usul pedang

Pedang sendiri mulai di kenal manusia pada zaman Bronze age atau jaman perunggu, dimana pembuatan mata pisau metal yang cukup panjang dapat di laksanakan.
Pada awalnya pedang-pedang itu terbuat dari besi. dan ketika para pandai besi mulai dapat memperhitungkan kandungan karbon di dalamnya pedang mulai di buat dari baja.
Hingga akhir abad ke-18 pedang memegang peran penting dalam sejarah manusia, tapi ketika mesiu mulai mempengaruhi perkembangan senjata-senjata yang ada peran pedang mulai menurun dan akhirnya di anggap tidak terlalu penting. akhirnya pedang seringkali hanya bersifat sebagai tambahan dan lambang dari tingkat kepemimpinan bangsa dalam ketenaran
Pada awalnya pedang jepang bisa dikatakan meniru pedang yang berasal dari china (pedang yang memiliki karateristik lurus dan bermata ganda). pedang-pedang tersebut lalu mengalami perbaikan sejalan dengan waktu. Seseorang bernama Amakuni (yang hidup di abad ke-7) dikatakan sebagai pencipta pedang jepang. dari sinilah dikatakan sejarah pedang samurai di mulai.
Spoiler: Hide‘; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(‘div’)[1].getElementsByTagName(‘div’)[0].style.display = ‘none’; this.innerHTML = ‘Spoiler: Show‘; }”>Spoiler: Hide

Pedang di jepang

tapi berbeda dengan negara-negara yang ada di dunia, hingga kini dalam masyarakat jepang pedang tetap menjadi barang yang di hargai. Budaya itu tidak bisa di pisahkan apalagi bila kita melihat ke masa lalu tepatnya di zaman samurai.
Saat itu para samurai sering kali menggunakan berbagai ragam senjata yang berbeda tapi tetaplah pedanglah yang di anggap jiwa dan samurai .Pedang atau yang lebih sering di kenal dengan nama katana ini sangat lah tinggi tingkatannya, bahkan pada zaman itu(zaman samurai) bila ada orang yang sembarangan membawa pedang/senjata padahal dia bukanlah seorang samurai, maka dia bisa dengan mudah kehilangan kepalanya (ih serem ya )
Tapi perkembangan pedang jepang tidak bisa di pisahkan dengan masa kegelapan yang di alami oleh negara itu sendiri, Perang onin yang terjadi tahun 1467-1477 merevolusi semua jenis alat perang seperti baju perang dan senjata yang ada saat itu, hingga pada akhirnya dapat di katakan bahwa tingkat kualitas senjata dan baju pertahanan saat itulah yang terbaik dan superior yang ada di bandingkan yang ada pada zaman sekarang.(masa sih yang ini wa g percaya )
Tapi pada zaman Muromachi. senjata api mulai masuk ke jepang, Untungnya pada zaman Tokugawa. terjadi isolasi besar-besaran yang salah satunya adalah pelarangan terhadap senjata api dan bubuk mesiu.
Sebelum masa Tokugawa tersebut klan samurai bisa di katakan sedikit terlantar. Kualitas pewdang yang mereka hunakan benar-benar buruk untunglah perbaikan kembali terjadi pada akhir zaman Edo Hingga akhirnya kualitas pedang menjadi sangat baik dan saat itu sebuah pedang sangat mereka hormati.
Tapi perjalanan waktu kembali terjadi, ketika memasuki restorasi meiji pedang akhirnya di larang oleh pemerintahan saat itu,pada zaman perang dunia ke-2 pedang telah di ganti posisinya oleh gunto sebuah pedang harga murah untuk para angkatan laut.Saat ini sebuah pedang lebih berfungsi atau berperan sebagai phenomena masyarakat
Spoiler: Hide‘; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(‘div’)[1].getElementsByTagName(‘div’)[0].style.display = ‘none’; this.innerHTML = ‘Spoiler: Show‘; }”>Spoiler: Hide

Klarifikasi Pedang

Klasifikasi Sederhana yang di lakukan di jepang biasanya di tentukan berdasarkan panjangnya
dimana satuan panjangnya adalah “shaku” (1 shaku kira-kira sekitar 30,3 cm) Sebuah pedang dengan panjang kurang dari satu shaku di kategorikan tanto (pisau) sebuah pedang yang lebih dari 1 shaku tapi kurang dari 2 shaku di sebut Wakizashi Sebuah pedang bila panjangnya lebih dari 2 shaku di kategorikan sebagai Daito,(oh iya yang di maksud ukuran pedang disini adalah Besinya belum termasuk gagang dan sarung pedangnya)
katana sendiri adalah bagian dari Daito tapi katana sering di artikan sebagai pedang yang di gantungkan pada sabuk (biasanya di temani wazizaki atau tanto)
tanto

0 komentar:

Poskan Komentar